Resensidari Novel Yang Berjudul Ranah 3 Warna . Identitas Novel : Judul : Ranah 3 Warna Penulis : A. Fuadi Tahun Terbit : 2011 Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama Tebal Buku : 473 . Latar Belakang Penulis : A Fuadi lahir di nagari Bayur, sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972, tidak jauh dari kampung Buya Hamka. merensinovel dengan judul Analisis Unsur Instrinsik dalam NovelRanah 3 Warna karya Ahmad Fuadi, diantaranya :1.1.1 Untuk mengetahui unsur-unsur instrinsik dalam novelRanah 3 Warna karya Ahmad Fuadi1.1.2 Untuk mengetahui nilai pendidikan yang terkandungdalam novel Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi BAB 2GAMBARAN UMUM2.1Identitas Buku 1)2)3)4)5)6)7)8) TinggiBandunglalumerantauuntukmenggapaijendeladuniasampaikeAmerika Resensi Novel Ranah 3 Warna SEMUA PENTING May 12th, 2019 - Novel Ranah 3 Warna adalah Bacaresensi novel ranah 3 warna novel online: temukan daftar resensi novel ranah 3 warna cerita di Goodnovel, Beranda / Kata kunci / resensi novel ranah 3 warna. Filter dengan. Status pembaruan. Semua Sedang berlangsung Selesai. Sortir dengan. Populer Rekomendasi Rating Diperbarui. Artidari ranah 3 warna ialah tiga daratan, Bandung, Amman Yordania, dan Quebec Canada. Cerita dalam buku ini tidak hanya perjuangan saja, tapi juga diselingi kisah percintaan seorang Alif kepada Raisa. Novel ini mempunyai beberapa kelebihan, dengan kelebihannya inilah yang membuat unggul diantara novel lainnya yang sudah mendahuluinya. Ranah3 Warna karya Ahmad Fuadi ini cukup menggugah emosi. Rasa emosinya sama seperti ketika saya membaca Sang Pemimpi dan Edensor karya Andrea Hirata, serta Galaksi Kinanti karya Tasaro GK. Tentang bagaimana seseorang yang dianggap bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa, pada akhirnya mencapai cita-citanya. Download& View Resensi Novel Ranah 3 Warna as PDF for free.. More details. Words: 707 Pages: 3 Kk1lIQF. Ada yang bilang, kalau ingin menguji sebuah buku yang ditulis seseorang, apalagi dalam bentuk cerita history, maka uji dan ambillah beberapa buku secara acak yang menjadi bagian dalam history tersebut. Apabila satu buku yang Anda baca memberikan kesan tersendiri dengan sedikit cerita yang mandiri, maka sudah pantas buku tersebut disebut buku terbaik yang layak untuk Anda miliki dan Anda baca. Begitu pula dengan buku yang satu ini “Ranah 3 Warna”, sama halnya dengan novel sebelumnya, buku ini memberikan kisah menarik, yang menimbulkan rasa motivasi, semangat juang untuk mencapai sebuah harapan yaitu kesuksesan. Untuk itulah, resensi novel “Ranah 3 Warna” ini dibilang, buku atau novel karya A. Fuadi sudah lama diterbitkan, namun sepeti yang disampaikan di atas, bahwa buku terbaik yang memiliki kualitas terbaik pasti tidak bosan untuk membacanya. Kalau dahulu hanya sekedar membaca sebagai sebuah hiburan untuk mengisi waktu, pada kesempatan ini, ternyata buku yang sudah lama diterbitkan ini memberikan kesan tersendiri, khususnya bagaimana untuk memberikan semangat dan daya juang, khususnya bagi Anda yang saat ini merasakan hal yang sama, yaitu berusaha untuk meraih sukses. Identitas BukuJudul Ranah 3 WarnaPenulis A. PT. Gramedia Pustaka terbit Cetakan pertama Januari buku 473 halamanISBN 978-979-22-6325-1Novel “Ranah 3 Warna”Resensi Buku “Ranah 3 Warna”Sebagai buku kedua dari trilogi “Negeri 5 Menara” tentunya setiap buku memberikan kesan yang mendalam, meskipun pada setiap buku bisa dibaca secara acak dan terpisah. Namun alangkah baiknya bila buku atau novel yang memiliki history dibaca secara berurutan, dengan maksud bisa memahami kisah awal yang halnya dengan buku pertama, pada buku kedua ini merupakan kisah lanjutan perjuangan seorang Alif Fikri untuk bisa meraih impiannya. Alif dalam Ranah 3 Warna adalah sebuah hikayat tentang bagaimana impian dan harapan tersebut adalah sesuatu hal yang wajib dibela habis-habisan meskipun hidup dirundung nestapa yang tak berkesudahan. Namun, yang pasti adalah Tuhan, sungguh bersama orang-orang yang Ranah 3 Warna ini, diawali dengan kisah Alif yang baru saja menyelesaikan pendidikan agamanya di Pondok Madani. Dengan berbekal kemampuannya dan motivasi dari para Kyai yang telah mendidiknya. Alif pada akhirnya pulang dengan semangat membara dan pulang ke Kampung Maninjau. Namun, dibalik semangatnya, masih ada saja yang mencibir termasuk dari sahabat karibnya, yaitu Randai yang meragukan kemampuannya untuk lulus UMPTN, apalagi Alif tidak memiliki ijazah SMA. Terinspirasi dari semangat dan tim dinamit Denmark, Alif berusaha mendobarak rintangan berat dengan waktu2 minggu untuk menyelesaikan pelajaran SMA selama 3 tahun. Dan pada akhirnya Alif lulus UMPTN pada jurusan Hubungan Interasional Universitas Pajajaran juga Resensi Novel “Negeri 5 Menara”.Spirit mantra “Man jadda wajada” yang merupakan sebuah mantra motivasi kalau kekurangan semangat ternyata masih belum cukup sakti untuk memenangkan persaingan hidup. Bahkan sebuah nasihat yang selalu dipegangnya saat berada di pondok juga menjadi motivasi bagi Alif untuk tetap berpacu melawan berbagai tantangan “Going the extra miles. I’malu fauqa ma amilu. Yang berarti berusaha di atas rata-rata orang lain”.Selain kisah Alif Fikri yang berusaha mengejar impian, begitu pula tantangan yang harus dilalui, mulai dari meninggalnya sang ayah sebagai pegangan hidup, berjuang sebagai penjual door to door, sampai pernah dibegal dan dirampok hingga semua barang dagangannya habis, menjadi sebuah kisah menarik dari perjuangan seorang hanya itu, selain kisah yang menarik dari kisah di kampus, sukses dalam pertukaran pelajar di Kanada, menjadi cerita perjalanan hidup seorang Alif. Kemana nasib membawa Alif? Apa ranah 3 ranah berbeda warna itu? Siapa Raisa? Bagaimana persaingan Alif dengan Randai? Bagaimana kabar Sahibul Menara? Bahkan bagaimana hingga muncul kisah Obelix. Lance Orang Indian, Michael Jordan, Dan kisah Kesatria Berpantun? Dan bagaiman pula denga hadiah Tuhan untuk sebuah kesabaran yang kukuh? Semua bisa Anda baca dalam kisah menarik “Ranah 3 Warna”.Kelebihan Novel “Ranah 3 Warna”Berbicara tentang kelebihan dari sebuah karya, tentunya hal tersebut menjadi nilai tambah atau added value yang membuat buku atau novel tersebut dicintai. Begitu pula dengan novel “Ranah 3 Warna” ini yang memberikan banyak nasehat, yang memberikan pelajaran berharga yang bisa diambil para pembacanya, seperti nasihat dari Imam Syafi’i, yaitu “Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Jangan menyerah. Menyerah berarti menunda masa senang di masa yang akan datang.” Atau semangat “Man yazra' yahsud “Siapa yang menanam akan menuai yang “Ranah 3 Warna”Atau motivasi luar biasa dari Kiai Rais saat harus berjuang mencapai impian, kalau sudah bingung dan terlalu capek menghadapi segala tekanan hidup, maka nasihat dari Kiai Rais menjadi pendorong luar biasa, yaitu“Siapa saja yang mewakilkan urusannya pada Tuhan, maka Dia akan mencukupkan semua kebutuhan kita”.Baca juga Resensi Novel “Ayat-ayat Cinta”.Selain banyak nasehat dan motivasi agar tidak putus asa dan lelah berjuang, terdapat 3 mantra utama yang bisa menjadi motivasi kita sekalian, antara lainMan jadda wajada, “Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil”.Man shabara zhafira. “Siapa yang bersabar akan saara ala darbi washala. “Siapa yang berjalan dijalannya akan sampai ketujuan.”Tentunya masih banyak semangat dan motivasi luar biasa yang bisa diambil dari cerita novel karya A. Fuadi ini, ditambah dengan kisah mengharukan, perjalanan yang menantang dan persaingan antara sahabat menjadi kisah novel ini menjadi semakin Novel “Ranah 3 Warna”Tentunya semua karya pasti memiliki kekurangan, entah dilihat dari tata bahaa, alur cerita atau beberapa tokoh didalamnya. Namun, untuk kisah cerita dalam novel “Ranah 3 Warna” ini sepertinya tidak ada kekurangan atau kelemahan. Mungkin karena pengalaman dan keahlian dalam menulis yang dimiliki A. Fuadi yang menjadikan buku ini menjadi buku dia sedikit resensi novel “Ranah 3 Warna” karya A. Fuadi, semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Menikmati pagi dengan secangkir kopi ditemani buku lama, masih menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menarik, apalagi dalam suasana libur hari ini. Bisa menjalani hobi, membaca buku dan sedikit menulis adalah sebuah kesenangan yang tidak bisa dihargai dengan apa pun. Begitu pula dengan Resensi Ranah 3 Warna dari sebuah novel legendaris yang ditulis oleh penulis kawakan Indonesia, A. Fuadi, seolah mengingatkan cerita dan perjalanan masa "Ranah 3 Warna" memang sudah lama sekali diterbitkan, sekitar 13 tahun yang lalu, namun membacanya kembali serasa tidak pernah ada rasa bosan. Sama halnya dengan kisah sebelumnya "Negeri 5 Menara", maka novel ini memberikan kisah menarik dan juga hikmah positif , tentang arti semangat juang, motivasi, menghargai proses dan juga tekad dalam mencapai harapan untuk sukses. Informasi bukuJudul Buku Ranah 3 WarnaPenulis A. PT. Gramedia Pustaka terbit Cetakan I, Januari buku 473 978-979-22-6325-1Resensi Novel "Ranah 3 Warna" Ranah 3 Warna adalah buku kedua dari Trilogi "Negeri 5 Menara", sama halnya dengan buku yang ditulis A. Fuadi, karyanya selalu memberi hikmah dan makna mendalam. Novel "Ranah 3 Warna" adalah sebuah kisah lanjutan dari Negeri 5 Menara, tentang perjuangan seorang Alif Fikri. Novel ini memang bisa dibaca terpisah dari kisah buku sebelumnya, namun sangat menarik bila membacanya secarat urut, untuk mengetahui kisah menarik 3 Warna, menceritakan tentang Alif yang sudah menyelesaikan pendidikannya di Pondok Madani Gontor. Dengan kemampuannya dan motivasi dari Kyai yang merupakan guru yang telah mendidiknya, Alif akhirnya pulang Ke Kampung juga Negeri 5 Menara Resensi Novel.Rasa semangat akan muncul saat ada yang melecehkan, begitu pula dengan Alif, yang semangatnya menjadi berkobar saat dicibir termasuk sahabat karibnya, Randai, yang meragukan kemampuannya untuk lulus UMPTN, apalagi Alif yang tidak memiliki ijazah SMA. Rintangan? Ya pastinya, namun semangat dari tim dinamit Denmark menginspirasi Alif untuk menghadapi rintangan dengan menyelesikan pelajaran SMA 3 tahun tersebut. Siapa yang menyangka perjuangan Alif tersebut bisa mengantarkan dirinya lulus UMPTN jurusan Hubungan Internasional Universitas Pajajaran semangat Alif dengan nasihatGoing the extra miles. I'malu fauqa ma ' berarti "berusaha di atas rata-rata orang lain", ditambah semangat "Man jadda wajada", menjadi motivasi luar biasa untuk meraih mimpinya. 1 2 Lihat Book Selengkapnya Ranah 3 Warna Berhub merupakan salah satu Trilogi karya A. Fuadi. Novel ini berada di posisi kedua setelah Negeri 5 Menara. Bercerita tentang kehidupan Alif saat kuliah di Unpad Bandung. Judul Ranah 3 Warna Pengarang A. Fuadi Penerbit PT Gramedia Pustaka Halaman 349 halaman Tokoh utama dalam Trilogi ini ini adalah Alif Fikri, seorang putra kelahiran Minang, Sumatera Barat. Tepatnya dipinggiran Danau Maninjau. Dia anak sulung dari dua adiknya yang kesemuanya perempuan. Kisah novel ini dimulai saat Alif kembali ke kampung halamannya, setelah selesai menuntut ilmu di Pondok MadaniPM, Gontor. Sebuah pondok pesantren yang berada di daerah Ponorogo, Jawa-Timur. Alif Fikri mempunyai keinginan kuat untuk kuliah di universitas negeri. Padahal ia lulusan pondok yang tidak mengantongi ijazah, sebagai salah satu syarat utama untuk mengikuti tes UMPTNUjian Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Keinginan Alif tersebut tentu saja mendapat ejekan dari teman-teman sepermainannya dahulu. Karena dianggap sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Namun, keinginan Alif begitu kuat untuk kuliah di perguruan tinggi negeri. Dengan semangat man jadda wajada siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dia bertekad mengikuti ujian persamaan Sekolah Menengah AtasSMA, supaya bisa mendaftar Ujian Masuk Perguruan Tinggi NegeriUMPTN. Untuk itu dia harus belajar mati-matian dalam dua bulan supaya bisa lulus ujian persamaan. Dan, akhirnya Alif lulus ujian persamaan meskipun dengan angka Trilogi yang pertama berjudul NegeriNegeri 5 Menara bercerita tentang kehidupan Alif sewaktu belajar di Pondok Gontor, Jawa Timur. Melihat nilai yang pas-pasan dan lemahnya dalam hitungan. Akhirnya Alif memilih jurusan Hubungan InternasionalHI. Sebelum ujian persamaan, dia berkeinginan untuk kuliah jurusan teknik penerbangan di Institut Teknologi BandungITB. Demi bisa lulus seleksi UMPTN dia belajar lebih keras lagi. Lebih keras dari belajar saat akan mengikuti ujian persamaan SMA lalu. Dan, Alhamdulillah usaha ALif membuahkan hasil yaitu di terima di jurusan Hubungan Internasionall Universitas PadjadjaranUnpad di Bandung, Jawa Baratt. Dengan diterimanya Alif di Unpad, bukan berarti hidupnya sukses. Tetapi, selama masa kuliah banyak sekali ujian yang dihadapinya. Mulai dari Ayahnya yang sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Sepeninggal ayahnya, ekonomi keluarga Alif terganggu. Dan, dia tidak mendapat jatah bulanan dari emaknya di kampung samapai beberapa bulan. Demi menyambung hidup dan membiayai kuliahnya, Alif bekerja paruh waktu dengan mengajarkan les, menjual kain, dan katalog berisi produk kosmetik. Hingga akhirnya Alif jatus sakit tifus selama 1 bulan. Novel trilogi yang ketiga berjudul Rantau 1 Muara bercerita tentang kehidupan Alif saat sekolah dan bekerja di Amerika. Saat hendak memutuskan putus kuliah dan pulang kampung karena ingin menjaga emak dan dua adiknya. Emaknya melarang keras rencana tersebut. Dan, terpaksa Alif mengurungkan niatnya dan kembali kuliah. Dia selalu ingat nasehat Kyai Rais sewaktu di PM yaitu man shabara zhafira artinya siapa yang sabar akan beruntung. Dan, satu persatu masalah Alif mulai menunjukkan jalan keluar Untuk membiayai hidupnya Alif menulis artikel yang dikirimkan ke bebagai koran, baik lokal dan nasional. Keberuntungan mulai berpihak setelah dia terpilih menjadi salah satu pertukaran mahasisiwa dengan negara Kanada. Kebetulan dalam kelompok pertukaran mahasisiwa tersebut ikut juga seorang mahasiswi bernama Raisa. Sejak pertama bertemu Raisa, Alif sudah mempunyai perasaan berbeda pada mahasisiwi tersebut. Selama di Kanada Alif tinggal di daerah Quebec, yang mayoritas penduduknya berbahasa Perancis. Di sana dia mempunyai orang tua asuh bernama Franc dam Mado. Selama di Kanada Alif bekerja di sebuah stasiun TV Lokal. dan, berkesempatan untuk mewancarai salah satu kandidat Referendum yaitu Daniel Janvier. Waktu itu akan digelar pemungutan suara untuk memutuskan Quebec tetap menjadi bagian Kanada atau memisah menjadi negara sendiri. Seringnya bertemu dengan Raisa, membuat perasaan Alif semakin tidak menentu saja. Saat ingin mengutarakan perasaannya, dia mendengar Raisa yang sedang ngobrol dengan teman kerjanya tentang syarat seorang pendamping untuknya. Mendengar syarat yang diucapkan Raisa tersebut Alif mengurungkan niatnya menyampaikan surat berisi curahan hatinya. Dan, memilih menunggu hingga lulus kuliah. Saat wisuda, Alif bermaksud menyampaikan perasaan yang dipendamnya sejak mulai mengenal Raisa. Tetapi belum sempat berbicara, Raisa telah lebih dahulu memberikan kejutan dengan memberitahukan acara pertunangannya minggu depan dengan Randai, teman masa kecil Alif. Mendengar hal tersebut Alif urung menyampaikan surat yang sudah disimpannya bertahun-tahun tersebut. Pesan dari novel ini sangat baik yaitu saat kita mempunyai keinginan dan berusaha untuk mencapainya maka lambat laun keinginan tersebut akan terwujud. Dengan cara yang tidak disangka-sangka asalkan kita mau terus bersabar dalam menghadapi segala rintangan.. Allah tidak mengabulkan semua permintaan kita, tetapi memilih yang sesuai dengan kemampuan kita. Tetap berpikir positif dengan segala sesuatu. 0% found this document useful 0 votes0 views2 pagesOriginal TitleRESENSI BUKU RANAH 3 WARNACopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes0 views2 pagesResensi Buku Ranah 3 WarnaOriginal TitleRESENSI BUKU RANAH 3 WARNAJump to Page You are on page 1of 2 You're Reading a Free Preview Page 2 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. c  c             ! " $! " %& & $ " $ '    " $!  * + $, "    & ' " - " " " " " & ! '  "  -. / "' 01 / $ $' "  & 2    " " !3 -& /" " "! , ., "" !34   " 5' $ ". " $ " "" ! / !  ' $  "    $"  " ' $. -  " $$" ",$ 4*6 !  * ! 1 ! ! ,  "  "* " !+  & $ 3 - " $$ $ " /$ $ "" $  "   5  " 4 +  $ $1 4 !  4* -  4 /"   " " 4/" $ $ &' - $ &4 +  , 7$ 8' 7" 9 ' & , 0 ' + / 45    $" 4   "$" 1! $ $$ . $ 1  " " $   "" $"" $ 5    1 "" $ " $ .  & " "' " ' !  " $ " & $ , " """" ! 5  $ " ! '    $  9!3 -&   & 2   , "!'  ,  ,1$1 $ " " 5 " $1 !  $ !  !  $"  6$ $ "  , .,  $1 $  $" "  /  /" " " " $   / "  " .   $  " 5 1  " $ " $ '  $, . ! 5 $" ,   . "   $  9""  /  $, " % &*1! $ $" "  ! ! 5 $" " $ " "  $, " $,"

resensi novel ranah 3 warna